RUTEZIARAH WALI SONGO Hari Ke 1 (Minggu 11 / 03 / 12) : Surabaya - Tuban (Jawa Timur) Setelah selesai kegiatan ziarah di kubah riyadh, sore hari perjalanan dilanjutkan menuju Malioboro. Malam hari cek in Hotel di Cirebon (acara bebas / istirahat). Hari Ke 5 (Kamis 15 / 03 / 12) : Cirebon (Jawa Barat)
Untukmengenang jasa para wali tersebut, masyarakat melakukan kegiatan ziarah dengan tujuan kesembilan makam para wali. Ziarah Wali Songo sudah biasa dilakukan oleh umat muslim khususnya di Pulau Jawa. Walaupun kesembilan makam ini berada di Pulau Jawa, namun para pengunjungnya juga banyak yang berasal dari luar pulau.
MenurutImam, kegiatan ziarah Wali Songo ini menjadi agenda awal tahun 2019 serta menjadi agenda akhir dari kepemimpinan sekarang. "Saya mengajak seluruh pengurus IPNU untuk mengikuti agenda ini demi menjaga silaturrahim serta ikhtiar untuk keluarga besar cabang Kota Kraksaan agar kepengurusan yang akan datang lebih baik dari sekarang," tegasnya.
Ziarahini dipimpin oleh Ustadz Drs. H. Najmuddin, MA dengan rute dimulai dari Sunan Gunung Jati Cirebon dan berakhir di Sunan Ampel Surabaya. Acara ziarah diisi dengan dzikir dan khotmil Qur`an 30 juz untuk setiap tempat ziarah. Selesai dzikir dan pembacaan Al-Qur`an dilanjutkan dengan berdoa bersama untuk para kemulyaan dan kebahagiaan para
PaketZiarah Paket Ziarah Wali Songo 2021, Paket Tour Ziarah Wali Songo, Paket Ziarah Wali 9 Dari Surabaya, Paket Wisata Religi Madura, Rute Ziarah Wali Songo. Kami adalah Amaze Asia jasa tour and travel ziarah religi berpengalaman ke berbagai tempat wisata ziarah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, sampai Bali
eJen. Sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa lekat dengan sosok Wali Songo. Banyak peninggalan para wali, berupa petilasan, masjid, serta makam masih berdiri kokoh hingga kini dan menjadi tujuan wisata religi yang cukup Songo adalah julukan yang diberikan kepada tokoh-tokoh Islam yang sangat dihormati di pulau Jawa. Wali Songo berasal dari kata wali yang berarti orang yang dipercaya atau orang yang ditugaskan dan kata Sanga yang berarti sembilan. Istilah ini lalu diterjemahkan sebagai “Sembilan Wali”. Para wali ini yang kemudian berperan sebagai penyampai ajaran Islam pertama di Jawa dengan memasukkan unsur budaya agar Islam dapat lebih atau pundhen para Wali ini sangat dihormati masyarakat Jawa hingga kini. Oleh sebab itu, tradisi ziarah makam Wali Songo menjadi agenda rutin yang biasa dilakukan peziarah untuk mengenang dan mendoakan jasa para ingin berziarah dan mengunjungi seluruh makam para wali, pengunjung disarankan membuat rute perjalanan dalam satu alur perjalanan. Karena makam-makam Wali Songo menyebar di seluruh tanah Jawa, menyiapkan rute ini akan bisa membuat perjalanan lebih dari laman jika peziarah datang dari arah timur menuju barat, maka Jawa Timur menjadi rute pertama yang wilayah ini terdapat lima makam Wali Songo. Pertama, pengunjung bisa berziarah makam Sunan Ampel di kota Surabaya. Makam ini menawan dengan sepasang pintu gerbang bergaya Eropa. Di Gresik terdapat dua makam wali, yakni makam Sunan Gresik di kota Gresik dan Sunan Giri di wilayah bukit desa Giri Gajah. Makam Sunan Bonang berada di dekat Masjid Agung, Tuban dan yang terakhir, makam Sunan Drajat, putra Sunan Ampel yang berada di ke wilayah Jawa Tengah, pengunjung akan menjumpai makam Sunan Muria, putra Sunan Kalijaga, terletak 30 kilo meter dari kompleks Masjid Menara Kudus. Di kota Kudus sendiri, pengunjung bisa berwisata religi ke makam Sunan Kudus yang selalu ramai dikunjungi terakhir yang berada di Jateng adalah makam Sunan Kalijaga di kota itu, satu-satunya wali yang dimakamkan di Jawa Barat adalah Sunan Gunung Jati, terletak di Desa Astanam Cirebon Utara berjarak 6 kilo meter dari kota Cirebon.
Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon Kota Cirebon selain terkenal sebagai kota budaya dan sejarah juga terkenal sebagai kota wali. Salah satu bukti dari kiprah wali yang ada di kota cirebon adalah dengan banyaknya wisata ziarah yang dapat dikunjungi di kota ini. Jika anda menelusuri berbagai objek wisata di kota Cirebon maka anda akan menemukan sederet wisata ziarah yang sangat banyak di kota Cirebon ini tentunya dengan berbagai sejarah yang telah ditorehkan dari tokoh-tokohnya sehingga mampu mengundang banyak peziarah baik dari peziarah lokal sampai luar daerah yang berbondong-bondong untuk mengunjunginya. Berikut akan dipaparkan wisata ziarah Cirebon yang paling banyak dikunjungi oleh para peziarah. Makam Sunan Gunung Jati Makam Sunan Gunung Jati merupakan satu dari sembilan makam para wali, atau disebut juga Wali Songo yang sering dijadikan sebagai wisata religi, atau tempat untuk berziarah, sekaligus sebagai jejak sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Nama Sunan Gunung Jati pasti sudah tidak asing di telinga para muslim. Salah satu dari wali sango ini telah menorehkan banyak sejarah dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Jika ditarik pada nasabnya maka kita akan menjumpai beliau merupakan salah satu cucu Nabi dari Imam Husain. Pada masanya, Sunan Gunung jati selain menyebarkan agama Islam juga dikenal sebagai sultan pertama kasultanan Cirebon yang waktu itu masih bernama keraton Pakungwati. Melihat kiprahnya yang sangat penting di tanah jawa terutama di kota Cirebon menjadikan komplek makam Sunan Gunung jati sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah . komplek makam seluas 5 hektar yang berada di desa Atana, kecamatan Gunung Jati, Cirebon ini selain terdapat makam sunan Gunung jati juga terdapat ratusan makam lainnya salah satunya adalah makam fatahillah, panglima perang pembebasan belanda dan beberapa keluarga Sultan lainnya sehingga komplek ini mampu menjadi tempat wisata ziarah Cirebon yang sering dikunjungi. Makam Sunan Gunung Jati terletak di Kabupaten Cirebon, dan menjadi salah-satu tempat ziarah yang paling sering dikunjungi di Jawa Barat. Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Alun-Alun Ciledug No. 53, Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Perlu diketahui bahwa Sunan Gunung Jati berasal dari keturunan Syarif Abdullah Umdatuddin, dan Nyai Rara Santang. Rara Santang sendiri adalah putri dari Prabu Siliwangi. Sunan Gunung Jati diperkirakan lahir antara tahun 1448 – 1450 Masehi. dan nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah, atau disebut juga Sayyid Al-Kamil. Pada tahun 1470, Sunan Gunung Jati menginjakkan kaki di Cirebon. Dan baru pada tahun 1479, beliau diangkat sebagai Raja Cirebon ke-2, atau Kesultanan Cirebon. Sunan Gunung Jati wafat di usia 120 tahun, tepatnya di tahun 1568 Masehi. Sunana Gunung Jati memiliki istri yang berasal dari keturunan Cina, putri Kaisar Dinasti Ming yang bernama Putri Ong Tien Nio. Makam Nyi Mas Ayu Gandasari Magnet lain yang mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisata ziarah Cirebon adalah dengan adanya makam Nyi Ageng Ayu Gandasari yang fenomenal. Makam ini merupakan makam Nyi Mas Ratu Ayu Ganasari seorang putra Sayyid Malik Shaleh dari Aceh yang dibawa oleh Ki Kuwu Cirebon ke tanah jawa untuk mengislamkan raja Galuh. Nama Nyi Mas Ratu Ayu Gandasari sendiri diberikan oleh Sunan Gunung Jati karena upaya Ratu mas dalam mengislamkan Raja Galuh dengan mengubah wujudnya menjadi sosok wanita cantik. Ratu Mas sendiri juga merupakan seorang murid Sunan Gunung Jati yang terkenal dengan ilmunya yang tinggi dan tidak tertandingi. Komplek makam ini sendiri terletak di desa pangurangan kecamatan Arjawinangun dan menjadi salah satu tujuan ziarah di Cirebon yang ramai dikunjungi. Makam Syeikh Magelung Salah satu destinasi wisata ziarah Cirebon berikutnya yang paling sering dikunjungi adalah komplek makam Syeikh Magelung Sakti. Syeikh Magelung sendiri juga dikenal sebagai Pangeran Soka putra dari raja Syam. Menurut sejarahnya, Pangeran soka ini sampai bertandang ke Cirebon adalah ketika beliau berniat untuk mencari guru yang dapat memotong rambut panjangnya, dan dengan mudahnya Ki Kuwu Cirebon memotong rambut tersebut dengan jari-jarinya. Kemudian Pangeran Soka mendirikan Pesantren Agama Islam di sebuah pedukuhan yang sekarang dikenal dengan desa Karang Kendal dan menjadikan beliau salah satu ulama yang disegani di tanah Cirebon. Syeikh Magelung juga merupakan salah seorang pendekar yang dapat mengalahkan Nyi Mas Gandasari yang terkenal. Makam beliau sendiri berada di desa karang, karang Kendal, kapetakan dan ramai dikunjungi para peziarah setiap harinya.
rute ziarah wali songo dari cirebon