TapakLapan, Sistem Ekonomi Tradisional Melayu Riau. 7 Agustus 2021 1 Comment sistem ekonomi. Tapak Lapan Tapak Lapan adalah sebutan sumber mata pencarian yang terdiri 8 tapak atau titik mata pencarian atau delapan sumber. SUSURI.
Terdapatanggapan bahwa beberapa peralatan dan mata pencaharian khas yang masih ditemukan dalam masyarakat Melayu Riau sekarang ini berasal dari masyarakat Melayu bahari. Bukti lain menunjukkan bahwa ditinjau dari segi mata pencahariannya, suatu keluarga Melayu bahari jarang sekali bergantung pada satu mata pencaharian , sehingga mereka tidak
Alatalat yang dipakai oleh masyarakat Melayu Riau untuk berburu antara lain: Lembing, Lapun, Jerat Getah Kayu, Lastik. Peralatan tersebut dipergunakan dengan cara yang berbeda, seperti yang diperkatakan berikut : 1. Lembing. Lembing yang seluruhnya terbuat dari besi (baik mata maupun tangkainya terbuat dari besi).
SISTEMEKONOMI DAN BENTUK MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT SUKU SAKAI DI RIAU. Juheri Septiawan / A / SR. Dalam kehidupan sosial masyarakat suku sakai sangat dipengaruhi oleh factor alam terdapat pada mata pencahariannya. Masyarakat suku sakai memiliki banyak bentuk mata pencaharian, hal ini dikarenakan system ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat
SUSURIJUGA: Sastra dan Sastra Melayu Riau. Dalam membuka hutan, unsur tradisi yang berkenaan dengan kebersamaan diberlakukan. Membuka hutan, dilakukan secara bergotong-royong ( piaghi ). Nilai saling membantu dan memberi terwujud pula dalam upacara membuka hutan. Misalnya, dalam memeroleh bibit (tampang) tanaman yang akan ditanam juga
7cJUb7. Ladang. foto b BajiBaji adalah alat bantu yang digunakan untuk membelah kayu yang terbuat dari potongan besi atau dari kayu keras seperti teras bagian dalam kayu yang sangat keras. Pada ujung baji dibuat pipih agar mudah masuk ke celah kayu yang akan dibelah. Cara menggunakan, baji dipukul dengan palu hingga kayu terbelah. c DokuikDokuik sejenis alat untuk memanggil rombongan burung punai, terbuat dari bambu yang ditiup sehingga mengeluarkan bunyi. Alat ini dipakai ketika orang menjerat burung punai. Dokuik disambung dengan bambu panjang yang berlubang dan dipasang tinggi di atas pohon kayu, ditiup dari dalam bumbun semacam tempat bersembunyi yang terbuat dari kayu-kayu yang disusun seperti kerucut. Dokuik ditiup berulang-ulang hingga burung-burung punai datang dan bisa dijerat kakinya dari dalam bumbun. 6. Peralatan BerkebunBerkebun juga sebagai pekerjaan pokok, biasanya diawali dengan berladang. Setelah berladang padi, orang Melayu akan menanam tanaman keras sebagai tanaman kebun. Berkebun dilakukan sejak awal membuka hutan. Berikut beberapa peralatan yang dibuat untuk berkebun. a CangkulAlat pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah. Mata cangkul berbentuk lebar dan pipih, terbuat dari lempengan besi dan diberi tangkai panjang dari kayu. Berbagai macam bentuk cangkul dibuat sesuai dengan fungsi serta kemudahan menggunakannya. Cangkul besar digunakan untuk menggali lubang dan untuk menggemburkan tanah. b CabakSejenis cangkul, hanya saja ukurannya lebih kecil dan fungsinya untuk membalikkan tanah. Cabak digunakan untuk membalik tanah, dan disebut juga dengan cabak beronsong. Cabak beronsong bertangkai panjang seperti huruf L dan ujung kakinya dimasukkan ke dalam lobang di sebelah pangkal mata cabak. Cabak biasa seperti huruf L tangkainya lurus saja langsung dimasukkan ke pangkal mata cangkul. c TajakJenis cangkul ini digunakan untuk membuang rumput dari permukaan tanah, Bentuknya seperti kait dan matanya hanya sebelah. Hulunya dibuat pendek dan persis seperti hulu parang. 7. Peralatan BertukangPekerjaan bertukang dapat menjadi pekerjaan pokok pada masa-masa tertentu. Seseorang yang pandai bertukang menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan utama. Di lain waktu, bagi setiap lelaki Melayu, bertukang menjadi pekerjaan sampingan atau hanya untuk membuat keperluan sendiri. Berikut beberapa peralatan yang dibuat untuk bertukang. a KetamKetam digunakan untuk melicinkan permukaan kayu. Berbentuk persegi panjang dan berlubang segi empat di tengah. Pada lubang ini dipasang mata ketam yang terbuat dari besi bercampur baja, dengan kemiringan 60-75 derajat. Mata ketam dipasang menggunakan pasak atau baji yang berfungsi sebagai pengunci mata ketam agar tak terlepas. Ketam terbagi atas beberapa jenis. Di antaranya ialah ketam pelicin, ketam pelurus, ketam pelidah atau ketam pembuat lidah papan, ketam pembuat alur, ketam penggili atau ketam pelicin untuk kayu bulat atau kayu yang tidak memiliki permukaan lebar. b KikirAlat yang dipakai untuk menajamkan mata pisau, cangkul, dan gergaji. Pada umumnya, kikir terbuat dari kombinasi bahan kayu dan besi. Mata kikir terbuat dari besi, berbentuk segi tiga memanjang sekitar 30 cm, dan lebar pangkal batang kikir 2 cm, tetapi makin ke ujung ukuran lebarnya semakin kecil dan lancip. Sedangkan gagang terbuat da-ri kayu liat dan keras. Ada juga kikir yang berbentuk bulat, serta ada pula yang pipih. Mata kikir memiliki permukaan kasar, yang dipakai dengan cara menggosokkan pada permukaan yang hendak dihaluskan atau ditajamkan. c PahatSebuah alat pertukangan yang terbuat dari besi. Pahat digunakan untuk membentuk kayu dan ada juga untuk melubangi. Ukuran pahat ini bermacam-macam, ada yang ukurannya 0,5 inci dan ada pula yang ukurannya 1 inci lebih. Pada bagian pangkal pahat ini terbuat dari kayu liat dan keras. Menggunakan pahat dengan cara memukul pangkal pahat menggunakan palu agar mata pahat dapat bekerja. 8. Peralatan BerniagaBerniaga termasuk dalam pekerjaan pokok orang Melayu. Namun, pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lainnya. Misalnya, mereka menjual hasil kebun, tukang, ladang, dan hasil perairan dari hasil kerja sendiri dan juga membeli dari orang lain kemudian dijual kembali. Berikut beberapa peralatan yang dibuat untuk berdagang a CupakCupak adalah alat pengukur atau penakar yang digunakan untuk biji-bijian seperti beras, kopi, kacang, dan sebagainya. Cupak berguna menentukan volume dari butiran tersebut. Ada dua jenis cupak, yaitu cupak lama dan cupak baru. Cupak lama terbuat dari tempurung kelapa dan dari buluh betung. Jenis kelapa yang dipilih yaitu kelapa puyuh atau kelapa gading. Cupak tempurung kelapa dibuat dengan cara dibersihkan dari sabut dan diberi mulut sebagai tempat masuknya butir-butir yang ditakar. Cupak betung terbuat dari buluh betung, berbentuk silinder. Penggunaan cupak biasanya berpasangan dengan sukat terbuat dari bambu sebagai penyisih dibagian mulut cupak. b DacingDacing dibuat dari logam kuningan. Fungsinya untuk mengukur berat barang. Daya ukur maksimal dari sebuah dacing sangat tergantung dari kecil atau besarnya ukuran dacing itu. Dacing kecil hanya mampu menimbang sekitar 10 kilo-gram, sedangkan dacing terbesar dapat mengukur sampai 100 kilogram. Pada batang dacing terdapat angka-angka petunjuk ukuran. Batang dacing berbentuk tongkat bulat panjang, dengan diameter kira-kira 1 cm. Selain itu, ada logam melingkar seperti gelang, yang dipergunakan untuk mengangkat ataupun menggantung dacing. Laman 1 2 3
DF]F ^AEJFE]FP Sajfif puok `fjk Fiifb SZ] yfej taifb hah`arkdfe ekdhft sartf bkmfyfb-Eyf tarutfhfekdhft dasahpftfe mfe dasabftfe sabkejjf dfhk mfpft haeyaiasfkdfe hfdfifb hftf paifofrfeumfyf Haifyu Pkfu. Dahumkfe sbfifwft `asartf sfifh dktf sfhpfkdfe dapfmf Ef`k `asfr dktfHubfhhfm SFZ yfej taifb hah`arkdfe pamghfe bkmup yfdek Fi-qur‛fe mfe sueefb uetud dasaifhftfe uhft mk kek harupfdfe sfifb sftu tujfs mksdusk daighpgd umfyf Haifyu Pkfu mk prgjrfh K^F, SHFE 0 Dgtg Dfhpfr haeyfmfrk `fbwf `feyfd tarmfpft dadurfejfe-dadurfejfe mfifh paeuiksfehfdfifb kek, hfdf mfrk ktu dfhk haejbfrfpdfe drktkd mfe sfrfe yfej dgestrudtkl mfrk pfrf pah`fcf mahk dasahpureffe hfdfifb 00 Ofeufrk 0>6^aeuiks MFL]FP KSK DF]F ^AEJFE]FP........................................................................................................... 6MFL]FP KSK.......................................................................................................................... 0F K ^ aifdfej................................................................................................................... 3.Puhusfe Hfsfifb.............................................................................................................. 3C.]uoufe................................................................................................................................. 3F KK ^AH ^arfiftfe Hftf ^aecfbfrkfe Hfsyfrfdft Haifyu Pkfu......................... =6.]adegigjk ar`uru Haifyu Pkfu........................................................................................ =0.]adegigjk armfjfej Hfsyfrfdft Haifyu Pkfu................................................................ 13.]adegigjk arda`ue Hfsyfrfdft Haifyu Pkfu.................................................................. <=.]adegigjk artfek Hfsyfrfdft Haifyu Pkfu...................................................................... F KKK ^AEQ]Q^ 66.Sfrfe................................................................................................................................... 66MFL]FP ^QS]FDF............................................................................................................ 66 F K^AEMFBQIQFE F. Iftfr aifdfej umfyf haifyu taifb fmf mfe `ardah`fej saofd ifhf bkejjf dkek. Hfsyfrfdft haifyu pfmf uhuheyf hahkikdk hftf paecfbfrkfe eaifyfe mfe patfek/`ardadft Haifyu Pkfu. feyfd tadegigjk hftf paecfbfrkfe samarbfef yfej mkdufsfkfgiab hfsyfrfdft haifyu Pkfu uetud hahaeubk da`utubfe bkmup sabfrk-bfrk. Qetud hah`fetu padaroffe haradf, hfsyfrfdft HaifyuPkfu haejjuefdfe `ar`fjfk parfiftfe samarbfef. Haradf `fbdfe haeckptfdfe fift ktu saemkrktfepf bfrus hah`aikeyf. Hfdfifb kek mksusue uetud hahaeubk tujfs mksdusk hftf paifofrfe umfyf Haifyu Pkfu. . Puhusfe Hfsfifb 6. fjfkhfef haemasdrkpskdfe parfiftfe hftf paecfbfrkfe hfsyfrfdft Haifyu Pkfu 70. Fpf sfof fift-fift yfej mkjuefdfe mfifh `ar`uru Haifyu Pkfu73. Sapartk fpf tadegigjk parmfjfejfe hfsyfrfdft Haifyu Pkfu7=. Fpf sfof fift-fift yfej mkjuefdfe mfifh `arda`ue Haifyu Pkfu71. Fpf luejsk parfiftfe `arifmfej Haifyu Pkfu7 C. ]uoufe mfe Hfelfft ]uoufe mksusueeyf hfdfifb kek uetud hahaeubk hftark mksdusk hftf paifofrfe umfyfHaifyu Pkfu. Oujf sa`fjfk fpraskfsk tarbfmfp dabkmupfe mfe trfmksk Haifyu yfej uekd mfesamarbfef fjfr mfpft mkiastfrkdfe.
peralatan mata pencaharian masyarakat melayu riau